<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-27634177</id><updated>2009-03-01T23:35:49.684+07:00</updated><title type='text'>My Simple Life</title><subtitle type='html'>Everything about my simple life in simple writings.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lifecrumbs.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27634177/posts/default?orderby=updated'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lifecrumbs.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Tahmid Firdaus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10210157418687042784</uri><email>tfirdaus@gmail.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27634177.post-8701883073843687856</id><published>2006-09-13T22:31:00.000+07:00</published><updated>2007-08-29T21:24:07.485+07:00</updated><title type='text'>Happy Birthday, Say!</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt; Hari ini, Rabu 13 September 2006, jam 10 malam. Rudi Dahlan, seorang teman penyiar di salah satu radio terkemuka di ibukota, baru saja menutup siaran dua jam-nya. Besok, 14 September 2006, adalah hari ulang tahun istriku, Rini, yang berbintang Virgo.  Ini adalah ulang tahunnya yang ke-37.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya waktu berlalu begitu cepat. Masih segar di ingatanku ulang tahunnya tahun lalu. Aku membangunkan anak-anakku, Ian dan Dimas sambil juga menggendong Layla yang waktu itu baru nyaris setahun umurnya. Kami berbondong-bondong ke tempat tidur istriku dan memberinya ucapan selamat disertai kecupan-kecupan bercampur bau asam tempat tidur. Hanya aku yang baru mandi saat itu, karena harus berangkat pagi menghindari macet rutin sepanjang Margonda – Lenteng Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-style: italic; font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/2561/3373/1600/Birthday%20Morning.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/2561/3373/320/Birthday%20Morning.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;  Acara dilanjutkan dengan membuka kado. Waktu itu aku membelikannya sebuah iPod mini. Kemudian kami turun ke lantai bawah untuk upacara potong kue, tiup lilin dan sedikit foto-foto. Buatku, meskipun peristiwa ini hanya berlangsung kurang dari setengah jam, semuanya terekam lekat di benakku. Akupun masih ingat bau ‘pesing’ pamper Layla yang sudah dipakai semalaman, bau khas dari mulut Dimas atau lagu ‘Happy Birthday’ yang ditingkahi suara tangis Layla, yang waktu itu mungkin tidak punya ide sama sekali apa yang tengah terjadi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/2561/3373/1600/37thB%27day.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/2561/3373/320/37thB%27day.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Besok, peristiwa itu akan terulang lagi. Dan aku akan kembali jadi seksi dokumentasi sekaligus ayah yang paling berbahagia di dunia, meski itu cuma berlangsung kurang dari setengah jam saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger2/2561/3373/1600/Layla%20with%20glasses.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger2/2561/3373/320/Layla%20with%20glasses.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Happy 37thBirthday, Sayang! Much love for you...mmmoah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27634177-8701883073843687856?l=lifecrumbs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lifecrumbs.blogspot.com/feeds/8701883073843687856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27634177&amp;postID=8701883073843687856' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27634177/posts/default/8701883073843687856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27634177/posts/default/8701883073843687856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lifecrumbs.blogspot.com/2006/09/happy-birthday-say.html' title='Happy Birthday, Say!'/><author><name>Tahmid Firdaus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10210157418687042784</uri><email>tfirdaus@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01150835797160841004'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27634177.post-115443446671238274</id><published>2006-08-01T19:08:00.001+07:00</published><updated>2006-08-01T19:14:26.723+07:00</updated><title type='text'>Aku bertemu Samson sejati</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Jam baru menunjukkan pukul 14.30 dan aku dalam perjalanan pulang ke rumah. Kerjaku memang hanya setengah hari. Sebagai editor di kantor relasi publik atau kerennya PR alias public relations, aku memang hanya bekerja separuh waktu. Sisa waktu lainnya kupakai buat cari kerja 'feelance' seperti menulis naskah untuk iklan atau company profile. Atau kalau tidak ada, aku bersegera pulang untuk menikmati waktu bersama Layla. Putri kecilku yang baru berusia 20 bulan.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini panas sekali. Di tengah sesekali kemacetan aku mendengarkan musik. Sambil sesekali mengumpat kecil kepada pengendara motor di luar. “Dasar, otak udang!” desisku pada seorang pengendara motor yang seenaknya memotong jalur di depanku dari jalur tengah untuk berbelok ke kanan. Kalau tidak kurem Jazz-ku, bisa jadi daging giling dia!&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Hari ini memang bukan hariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang putaran balik ke arah Tanjung Barat, lalu lintas melambat dan akhirnya merayap lambat sekali. 'Mood'ku langsung anjlok beberapa derajat. Mulutku mulai merutuki pemda, walikota, DLLAJR, polisi, dan semua yang tersangkut dalam penyelenggaraan lalulintas. Sambil tanganku mulai menjambaki rambut yang gerah kepanasan meski AC mobil kupasang di tingkat ‘HIGH’.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah alunan lagu populer Samsons bercampur kesal serta dongkol, aku melihat suatu pemandangan menarik di depan mobilku. Pemandangan yang akhirnya menjadi salah satu momen terindah yang pernah kulihat di jalan raya.&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Dua orang ibu-ibu, lebih tepatnya pedagang sayur, tengah bergurau dengan akrab di antara tumpukan sayur di bak terbuka sebuah mobil pick-up tanpa atap tepat di depan mobilku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1108/1129/1600/Life%20is%20Hard2.1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1108/1129/320/Life%20is%20Hard2.1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;Seorang dari mereka asyik mengupas bawang putih. Di balik samar kelelahan, wajah keduanya tampak memancarkan kebahagiaan. Matahari yang baru tergelincir jelas masih terasa menyengat di kulit. Namun sepertinya itu bukan halangan untuk saling melontarkan cerita cerita jenaka yang sesekali membuat keduanya tertawa terbahak-bahak.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Mataku seperti terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat kebahagiaan yang tulus di antara mereka. Kebahagiaan di tengah himpitan hidup yang pastinya jauh lebih berat dari semua ‘persoalan’ yang tengah aku rasakan saat itu. Betapa kuatnya kedua wanita itu. Di antara ratusan kilo sayur yang harus mereka angkut, ongkos yang harus mereka hemat, recehan yang harus kumpulkan dan berbagai beban yang harus mereka pecahkan setiap hari, mereka masih bisa mengecap kebahagiaan dalam suasana yang buatku mungkin mustahil.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat Samson sejati dalam diri wanita-wanita itu. Sosok-sosok dengan tekad sekeras baja yang tetap bisa tersenyum di tengah lecutan kehidupan yang pahit.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika itu juga aku merasa kecil...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27634177-115443446671238274?l=lifecrumbs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lifecrumbs.blogspot.com/feeds/115443446671238274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27634177&amp;postID=115443446671238274' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27634177/posts/default/115443446671238274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27634177/posts/default/115443446671238274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lifecrumbs.blogspot.com/2006/08/aku-bertemu-samson-sejati.html' title='Aku bertemu Samson sejati'/><author><name>Tahmid Firdaus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10210157418687042784</uri><email>tfirdaus@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01150835797160841004'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27634177.post-115263126640115981</id><published>2006-07-11T22:17:00.000+07:00</published><updated>2006-07-11T23:39:02.526+07:00</updated><title type='text'>Anakku disunat!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1108/1129/1600/Ian%20Pantai.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1108/1129/320/Ian%20Pantai.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya baru kemarin aku melihatnya belajar berjalan. Mulai bertanya-tanya dengan intonasi suara yag selalu meninggi di akhir kalimat. Entah itu kalimat tanya atau bukan. “Ini apa Ayah?” atau “Ian ga mauuu...!”&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya baru seminggu lalu aku mengingatnya, dengan kedua kaki menggapai-gapai udara, tertindih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;babywalker&lt;/span&gt; yang terbalik di halaman belakang rumah. Jeritannya saat terpeleset di atas lantai yang masih basah karena baru dipel Pok Iyok yang selalu membantu pekerjaan di rumah kami.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sepertinya baru kemarin aku mendengar tangisnya yang panjang saat aku dan Rini meninggalkannya bersama teman-teman barunya di kelas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;toddler&lt;/span&gt; saat ia baru berusia 1,5 tahun. &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku mengantarnya untuk pergi sunat. Ia sendiri yang meminta untuk disunat. Hal yang aku sendiri heran, karena beberapa bulan yang lalu aku masih ingat betapa takutnya ia dengan ide memotong sebagian kecil daging di ujung kelaminnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih membuatku takjub, ketakutannya akan hal-hal yang dahulu menjadi momok baginya seolah hilang berganti nyali yang begitu besar.&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Ia tidak takut lagi dengan jarum suntik atau jarum yang lebih besar untuk ‘menyedot’ sampel darah dari nadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal tahun lalu, ia masih panik hanya karena diajak untuk periksa rutin ke dokter. Ia bahkan sibuk bertanya-tanya dengan antusias sambil memperhatikan jarum tersebut menembus kulit lengannya. Luar biasa...&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak mengerti apa yang terjadi pada anakku. Yang aku tahu aku merasa semua seperti berlari cepat sekali. Dan aku hari ini di sini. Menunggu anakku yang tengah dikhitan dengan sedikit gelisah.  Entah perasaanku saat itu penuh sesak. Ada rasa bangga, khawatir, sedih, bahagia, semua jadi satu. Teringat lagi saat ayahku membawaku ke dokter sunat. Sepertinya baru beberapa waktu yang lalu. Semua seperti terulang lagi di benakku satu-persatu. Aku kini jadi ayahku...&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah kecemasanku, Ian mungkin tak sadar apa yang tengah terjadi padanya. Ia memang ‘terpaksa’ dibius total lantaran saran dokter sunatnya yang tak mau ambil resiko menjawab pertanyaan-pertanyaan saat sibuk dengan kerjanya! &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-style: italic;font-family:lucida grande;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I love you, Mas Ian.  Get well soon!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27634177-115263126640115981?l=lifecrumbs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lifecrumbs.blogspot.com/feeds/115263126640115981/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27634177&amp;postID=115263126640115981' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27634177/posts/default/115263126640115981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27634177/posts/default/115263126640115981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lifecrumbs.blogspot.com/2006/07/anakku-disunat.html' title='Anakku disunat!'/><author><name>Tahmid Firdaus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10210157418687042784</uri><email>tfirdaus@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01150835797160841004'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-27634177.post-114691347665325478</id><published>2006-05-06T18:00:00.000+07:00</published><updated>2006-05-06T18:04:36.663+07:00</updated><title type='text'>“Menulis itu (tidak) gampang!”</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: lucida grande;" class="post-body"&gt;     &lt;div&gt;          &lt;p&gt;Jawabannya: betul!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kalau judul tulisan ini mengingatkan Anda (yang umurnya ‘nyerempet’ umur saya!) pada sebuah buku yang lumayan ‘populer’ beberapa dasawarsa silam. Judulnya ‘Mengarang itu gampang’, penulisnya ‘empu’ Arswendo Atmowiloto. Waktu itu dia masih aktif di jajaran redaksi majalah remaja yang juga paling populer waktu itu (mungkin juga sampai saat ini); ‘HAI’. Pendeknya buku itu jadi ‘manual’ wajib para pengarang muda yang muncul di era setelahnya seperti Hilman yang kondang dengan Lupus-nya juga Gola Gong dengan cerpen avonturir ‘Petualangan si Roy’ yang memukau.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Walaupun tidak pernah membeli bukunya, tapi saya sempat membaca beberapa bab di dalamnya. Mungkin itu juga pemicu saya mencoba menjadi &lt;em&gt;copywriter&lt;/em&gt; setelah lulus dengan susah payah dari Fakultas Sastra UI. Ternyata, ‘ Menjadi &lt;em&gt;copywriter itu&lt;/em&gt; (juga tidak) gampang’. Setelah kenyang 7 tahun bergulat di 2 agensi periklanan, dan merasa belum bisa menjadi copywriter yang baik, saya memutuskan untuk mencoba yang lain. Sampai sekarang, saya tetap menganggap menulis itu pekerjaan yang ‘gampang-gampang susah’. Itu juga sebabnya saya lebih senang menyandang status &lt;em&gt;freelance copywriter&lt;/em&gt;. Lebih ringan, rasanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kesimpulannya, menurut saya, menulis memang tidak mudah. Apalagi buat orang yang maunya selalu sempurna seperti saya (tapi sumpah, saya bukan perfeksionis!). Buat saya mengerjakan sesuatu harus bagus dari awalnya. Pakem yang terdengar bagus, namun tidak selalu bagus. Alih-alih membuat tulisan yang bagus, saya justru tidak pernah kelar bahkan dengan satu tulisan pendek pun!  Sukses saya menulis tulisan panjang ya cuma skripsi saya. Itu pun butuh waktu satu setengah tahun menggarapnya. Selain itu, satu-satunya karangan (kalau bisa disebut sebagai karangan) saya yang selalu selesai adalah &lt;em&gt;short messaging services&lt;/em&gt; alias SMS.  Semua orang yang pernah menerima SMS saya pasti bisa bersaksi bahwa SMS yang mereka terima dari saya PASTI lebih &lt;em&gt;well written&lt;/em&gt; dibanding SMS lainnya.  Dari sudut manapun SMS saya pasti lebih unggul. Saya hampir tidak pernah memakai singkatan kalau tidak umum, tak pernah lupa tanda baca, dan kalimatnya pun dijamin kalimat sempurna!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Namun ‘kehebatan’ ini justru jadi tembok besar di hadapan saya ketika hendak menulis ‘pesan’ yang lebih panjang. Kecanggihan ini juga yang membuat saya punya weblog lebih banyak tinimbang tulisan yang ada di dalamnya! Walhasil, saya juga hanya bisa terkagum-kagum memelototi weblog teman-teman yang beberapa &lt;em&gt;archive&lt;/em&gt;-nya sudah memasuki tahun ke-tiga atau empat!&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ada pepatah (saya hanya ingat artinya!) yang berbunyi: “setiap langkah besar selalu diawali dari langkah kecil”. Mudah-mudahan tulisan pertama ini adalah langkah kecil yang menjadi pintu keluar buat tulisan-tulisan lain yang sudah tidak betah ‘ngendon’ di otak saya.  Untuk itu perkenankan saya akhiri tulisan awal ini dengan mengucap selamat kepada diri saya sendiri atas kesuksesan ini. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hidup saya!&lt;br /&gt;&lt;img src="http://lifepages.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/clap.gif" alt="emoticon" title="emoticon" border="0" /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/27634177-114691347665325478?l=lifecrumbs.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lifecrumbs.blogspot.com/feeds/114691347665325478/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=27634177&amp;postID=114691347665325478' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27634177/posts/default/114691347665325478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/27634177/posts/default/114691347665325478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lifecrumbs.blogspot.com/2006/05/menulis-itu-tidak-gampang.html' title='“Menulis itu (tidak) gampang!”'/><author><name>Tahmid Firdaus</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10210157418687042784</uri><email>tfirdaus@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='01150835797160841004'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry></feed>