Jawabannya: betul!
Kalau judul tulisan ini mengingatkan Anda (yang umurnya ‘nyerempet’ umur saya!) pada sebuah buku yang lumayan ‘populer’ beberapa dasawarsa silam. Judulnya ‘Mengarang itu gampang’, penulisnya ‘empu’ Arswendo Atmowiloto. Waktu itu dia masih aktif di jajaran redaksi majalah remaja yang juga paling populer waktu itu (mungkin juga sampai saat ini); ‘HAI’. Pendeknya buku itu jadi ‘manual’ wajib para pengarang muda yang muncul di era setelahnya seperti Hilman yang kondang dengan Lupus-nya juga Gola Gong dengan cerpen avonturir ‘Petualangan si Roy’ yang memukau.
Walaupun tidak pernah membeli bukunya, tapi saya sempat membaca beberapa bab di dalamnya. Mungkin itu juga pemicu saya mencoba menjadi copywriter setelah lulus dengan susah payah dari Fakultas Sastra UI. Ternyata, ‘ Menjadi copywriter itu (juga tidak) gampang’. Setelah kenyang 7 tahun bergulat di 2 agensi periklanan, dan merasa belum bisa menjadi copywriter yang baik, saya memutuskan untuk mencoba yang lain. Sampai sekarang, saya tetap menganggap menulis itu pekerjaan yang ‘gampang-gampang susah’. Itu juga sebabnya saya lebih senang menyandang status freelance copywriter. Lebih ringan, rasanya.
Kesimpulannya, menurut saya, menulis memang tidak mudah. Apalagi buat orang yang maunya selalu sempurna seperti saya (tapi sumpah, saya bukan perfeksionis!). Buat saya mengerjakan sesuatu harus bagus dari awalnya. Pakem yang terdengar bagus, namun tidak selalu bagus. Alih-alih membuat tulisan yang bagus, saya justru tidak pernah kelar bahkan dengan satu tulisan pendek pun! Sukses saya menulis tulisan panjang ya cuma skripsi saya. Itu pun butuh waktu satu setengah tahun menggarapnya. Selain itu, satu-satunya karangan (kalau bisa disebut sebagai karangan) saya yang selalu selesai adalah short messaging services alias SMS. Semua orang yang pernah menerima SMS saya pasti bisa bersaksi bahwa SMS yang mereka terima dari saya PASTI lebih well written dibanding SMS lainnya. Dari sudut manapun SMS saya pasti lebih unggul. Saya hampir tidak pernah memakai singkatan kalau tidak umum, tak pernah lupa tanda baca, dan kalimatnya pun dijamin kalimat sempurna!
Namun ‘kehebatan’ ini justru jadi tembok besar di hadapan saya ketika hendak menulis ‘pesan’ yang lebih panjang. Kecanggihan ini juga yang membuat saya punya weblog lebih banyak tinimbang tulisan yang ada di dalamnya! Walhasil, saya juga hanya bisa terkagum-kagum memelototi weblog teman-teman yang beberapa archive-nya sudah memasuki tahun ke-tiga atau empat!
Ada pepatah (saya hanya ingat artinya!) yang berbunyi: “setiap langkah besar selalu diawali dari langkah kecil”. Mudah-mudahan tulisan pertama ini adalah langkah kecil yang menjadi pintu keluar buat tulisan-tulisan lain yang sudah tidak betah ‘ngendon’ di otak saya. Untuk itu perkenankan saya akhiri tulisan awal ini dengan mengucap selamat kepada diri saya sendiri atas kesuksesan ini.
Hidup saya!

