Anakku disunat! Sepertinya baru kemarin aku melihatnya belajar berjalan. Mulai bertanya-tanya dengan intonasi suara yag selalu meninggi di akhir kalimat. Entah itu kalimat tanya atau bukan. “Ini apa Ayah?” atau “Ian ga mauuu...!”
Sepertinya baru seminggu lalu aku mengingatnya, dengan kedua kaki menggapai-gapai udara, tertindih babywalker yang terbalik di halaman belakang rumah. Jeritannya saat terpeleset di atas lantai yang masih basah karena baru dipel Pok Iyok yang selalu membantu pekerjaan di rumah kami.
Dan sepertinya baru kemarin aku mendengar tangisnya yang panjang saat aku dan Rini meninggalkannya bersama teman-teman barunya di kelas toddler saat ia baru berusia 1,5 tahun.
Hari ini aku mengantarnya untuk pergi sunat. Ia sendiri yang meminta untuk disunat. Hal yang aku sendiri heran, karena beberapa bulan yang lalu aku masih ingat betapa takutnya ia dengan ide memotong sebagian kecil daging di ujung kelaminnya itu.
Yang lebih membuatku takjub, ketakutannya akan hal-hal yang dahulu menjadi momok baginya seolah hilang berganti nyali yang begitu besar.Ia tidak takut lagi dengan jarum suntik atau jarum yang lebih besar untuk ‘menyedot’ sampel darah dari nadinya.
Padahal tahun lalu, ia masih panik hanya karena diajak untuk periksa rutin ke dokter. Ia bahkan sibuk bertanya-tanya dengan antusias sambil memperhatikan jarum tersebut menembus kulit lengannya. Luar biasa...
Aku tidak mengerti apa yang terjadi pada anakku. Yang aku tahu aku merasa semua seperti berlari cepat sekali. Dan aku hari ini di sini. Menunggu anakku yang tengah dikhitan dengan sedikit gelisah. Entah perasaanku saat itu penuh sesak. Ada rasa bangga, khawatir, sedih, bahagia, semua jadi satu. Teringat lagi saat ayahku membawaku ke dokter sunat. Sepertinya baru beberapa waktu yang lalu. Semua seperti terulang lagi di benakku satu-persatu. Aku kini jadi ayahku...
Di tengah kecemasanku, Ian mungkin tak sadar apa yang tengah terjadi padanya. Ia memang ‘terpaksa’ dibius total lantaran saran dokter sunatnya yang tak mau ambil resiko menjawab pertanyaan-pertanyaan saat sibuk dengan kerjanya!